<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282</id><updated>2011-11-27T13:31:49.695+08:00</updated><title type='text'>Hitam Putih Dunia</title><subtitle type='html'>Hiduplah didunia bagai seorang musafir. 
Singgah sebentar untuk menyiapkan energi...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>19</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-2067841969532620839</id><published>2007-05-04T16:07:00.000+08:00</published><updated>2007-05-07T16:09:08.017+08:00</updated><title type='text'>Bukan Hanya Salah Fir'aun</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Fir’aun. Setiap zaman mengenang nama besar itu. Bukan nama indah, tapi amat populer. Al-Qur’an menyebutnya sebanyak 74 kali. Semuanya lekat dengan kebengisan, kekejaman, tirani, kecongkakan dan sederet label jahat lainnya. Kalaupun dianggap “berjasa”, jasanya adalah membiarkan Musa alaihissalam hidup dan mempertemukan Rasul Allah itu dengan para tukang sihir kerajaan. Pertemuan yang mengantarkan para tukang sihir itu pada keimanan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tanpa kenal ampun Fir’aun menebar teror. Akibatnya, ratusan bayi tewas mengenaskan. Ribuan rakyat terampas kemerdekaannya. Namun semua itu tak seberapa bila dibandingkan dengan puncak kezalimannya, ketika ia mengklaim bahwa hanya dirinya yang berhak mendapat loyalitas, kepatuhan dan ketaatan. Tidak boleh ada sesuatu terjadi tanpa perkenanan dan izinnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bahkan hak berakidah yang merupakan hak asasi manusia lenyap atas nama kepatuhan dan loyalitas pada sang penguasa. “Adakah kalan beriman kepada Musa sebelum aku izinkan kalian untuk itu?” bentak Fir’aun pada para tukang sihir saat mengetahui keimanan mereka. Sikap itu dipertegas dengan pernyataan “Aku lah tuhan kalian yang paling tinggi” (QS An-Nazi’at : 24)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Akar dari segala kejahatan Fir’aun adalah sikap melampaui batas (thughyan). “Pergilah kepada Fir’aun, sesunggunya ia melampaui batas” (QS an-Nazi’at : 17). Sikap melampaui batas adalah akibat ia megganggap dirinya serba cukup : cukup pujian, cukup kekuatan, cukup kepatuhan dari bawahan, cukup loyalitas dan seterusnya. “Ingatlah sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas. Karena melihat dirinya berkecukupan” (QS al-‘Alaq : 6-7)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mengapa Fir’aun sampai menganggap dirinya serba cukup, paling hebat dan paling kuat? Bagaimana ia berani bertindak melampaui batas-batas nurani dan kemanusiaan? Di satu sisi menjadi binatang, di sisi lain menjadi “tuhan”? bukankah dul pernah ada Raja Sulaiman, yang walaupun kekuasaannya amat besar tapi tak membuatnya arogan. Begitu juga dengan Ratu Balqis. Kerajaan yang besar tak membuatnya menjadi tuhan. Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Al-Qur’an telah memberi jawaban atas pertanyaan itu. Ternyata orang-orang disekitarnya yang membuat Fir’aun merasa serba cukup. Paling hebat sekaligus penguasa nan tak tertandingi. Memang Fir’aun bukanlah orang shalih. Tapi segala kejahatan Fir’aun mungkin takkan jadi besar jika ada orang yang berani mengatakan “tidak”. “Maka ia merendahkan kaumnya lalu mereka patuh padanya” (QS az-Zukhruf : 54)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kekejian Fir’aun adalah berperilaku diktator dan berobsesi menjadi satu-satunya yang harus dipatuhi. Sedangkan kedegilan para pendukungnya adalah tak berani menolak segala titah Fir’aun betapa pun busuknya. Kejahatan Fir’aun adalah serakahdan kejahatan orang-orang disekitarnya adalah meluluskan segala kehendak Fir’aun. Kecongkakan Fir’aun adalah memperbukak rakyat jelata. Namun kebodohan rakyat adalah membiarkan dirinya dalam keadaan layak dijajah dan diperbudak. Selain menista Fir’aun, Allah SWT juga mengecam para pendukungnya sebagai orang-orang fasik. “Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik” (QS az-Zukhruf : 54)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Para tukang sihir turut memerangi Nabi Musa alaihissalam karena ia dijanjikan kedudukan dan posisi yang menggiurkan. “Dan para tukang sihir itu datang kepada Fir’aun (lalu) berkata ‘(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapatkan upah jika kami yang menang?’ Fir’aun menjawab ‘Ya dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang yang didekatkan (kepadaku)’.”(QS al-A’raf : 113-114)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam rangka itu pula, para pengawal Fir’aun sering memanas-manasi Fir’aun “Bekatalah para pembesar dari kaum Fir’aun (kepada Fir’aun) ‘Apakah engkau membiarkan Musa dan kaumnya membuat kerusakan di negeri ini dan meninggalkan engkau dengan tuhanmu..” (QS al-A’raf : 127). Karena merasa mendapat dukungan itulah, Fir’aun mengatakan “Akan kita bunuh anak laki-laki meraka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka” (QS al-A’raf : 127)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Orang-orang semacam itu dengan segala kepentingannya berhasil menciptakan suasana kondusif bagi Fir’aun untuk merasa serba cukup. Buktinya, ketika Fir’aun merasa tak punya lagi kekuatan, ketika tak ada lagi orang yang memujinya, ketika tak ada lagi orang yang mau berkorban untuknya, dan ketika nyawanya diujung tenggorokan, ia mengaku bahwa dirinya bukanlah tuhan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ia pun beriman kepada Allah “Dan Kami memungkinkan Bani Israel melintasi laut, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka), hingga ketika Fir’aun hampir tenggelam, berkatalah ia ‘Saya percaya bahwa tiada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercaya (Musa) dan kaumnya..”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kualitas pemimpin sebuah negara tidak bisa dipisah dari kualitas rakyatnya. Rakyat yang penjudi, perampok, pelacur dan senang pada segala bentuk penyimpangan, tidak akan mau dipimpin oleh orang yang bersih dan jujur. “Seperti apa (kualitas) kalian, maka (oleh orang yang berkualitas) seperti itulah kamu akan dipimpin” sabda Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setiap orang punya potensi untuk menjadi Fir’aun. Apalagi ketika orang tersebut beroleh jabatan, kedudukan dan kekuasaan. Sebab setiap manusia punya potensi untuk berlaku melampaui batas. “Ingatlah, sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas”. Pada gilirannya kemudian, ada orang yang mental pembangkangannya tumbuh dan berkembang, dan ada pula yang ternetralisir. Puian dan kultus adalah modal yang lebih dari cukup bagi seseorang untuk merasa hebat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Karenanya, mempersiapkan pemimpin masa depan tidak dapat dilepaskan dari proyek mempersiapkan rakyat masa depan. Dari sisi ini, jelas tugas para pengemban da’wah baik pribadi maupun kelompok, tidaklah ringan. Karenanya, alangkah bijak dari segala potensi dan energi yang dimiliki para aktifis da’wah hari ini diarahkan untuk mencetak generasi baru dengan mental yang baru pula. Dan bukan untuk bertikai saling rebut lahan dan pengaruh.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rakyat masa depan haruslah menusia yang memiliki jiwa merdeka, bermental anti penjajahan dan memiliki nurani yang tangguh untuk mengekspresikan kebenaran. “Syetan bisu” adalah julukan yang diberikan Rasulullah saw kepada orang yang tidak berani mengatakan “Hai si zalim!” pada orang yang berbuat zalim. Jika ini gagal, maka Fir’aun-Fir’aun takkan berhenti bermunculan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;------Diambil dari "Bukan Hanya Salah Fir'aun" oleh Yasir Tim Sabili, dalam buku "Kumpulan Ibroh Majalah Sabili" halaman  42-47&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-2067841969532620839?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/2067841969532620839/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=2067841969532620839' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/2067841969532620839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/2067841969532620839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/05/bukan-hanya-salah-firaun.html' title='Bukan Hanya Salah Fir&apos;aun'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-7586716996903620676</id><published>2007-05-03T12:17:00.000+08:00</published><updated>2007-05-07T12:20:28.624+08:00</updated><title type='text'>Tetaplah Tersenyum</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bila kondisi hari ini masih seperti kemarin di mana harapan belum menjelma menjadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Allah mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya. ”Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya”‌ (QS Al mu'min:60).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang dapat meragukan janji-Nya. Doa kepada-Nya ibarat sebuah investasi. Tak akan pernah membuat investornya merugi. Karena penjaminnya adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dzat Yang Maha Welas Asih itu, tak akan pernah ingkar janji. Tidak akan sia-sia munajat yang kita mohonkan pada-Nya, baik di waktu siang apalagi di sepertiga malam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketika lebih banyak makhluk-Nya pulas, dalam dekapan dinginnya malam dan hangatnya selimut tebal. Bila belum ada perubahan berarti tentang rencana-rencana kita, tetaplah tersenyum. Allah lebih mengetahui apa-apa yang baik untuk kita. Yakinlah, bahwa ”Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan” (QS An Nahl:1).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui kapan sesuatu pas untuk kita, baik dalam sisi timing maupun momentnya. Allah, Pencipta alam raya ini, adalah sutradara hebat, yang tidak akan membiarkan kita terpuruk dalam keburukan. Selama kita yakin akan kekuasaan-Nya, yakin akan kasih sayang-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika semua serasa mandeg, tak ada kemajuan berarti. Tetaplah juga tersenyum. Allah punya cara sendiri untuk membuat kita senantiasa dekat dengan-Nya. Mungkin, semua ini dibuat-Nya untuk kita agar kita senantiasa hanyut dalam sujud-sujud panjang di penghujung malam. Senantiasa larut dalam tangis penuh harap, dalam buaian doa-doa panjang nan khusyuk.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua tak akan tersia-sia begitu saja. Allah, mencatat setiap upaya yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Segala sesuatu yang kita perbuat, sekecil apa pun itu, akan menuai balasan di sisi-Nya kelak. Niatkan semuanya hanya untuk meraih ridha-Nya, agar perjuangan hebat ini tak hanya bermakna sementara. InsyaAllah kita akan memetik buahnya kelak, di waktu yang telah Ia tentukan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini fana. Tak ada yang kekal didalamnya. Pun perjuangan ini, pengorbanan ini, juga kesulitan ini. InsyaAllah, suatu hari nanti, harapan akan berbuah kebahagiaan. Akan menjelma menjadi kemudahan. Karena, sekali lagi, Allah telah menjamin:”Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”‌ (QS Al Insyirah: 5-6)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Allah pasti akan memberikan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisi-Nya”‌ (QS Al Maidah:52)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah berbaik sangka kepada-Nya. Tetaplah berharap sepenuh hati kepada-Nya. Tetaplah gantungkan asa setinggi apa pun itu, hanya kepada-Nya. Sekali lagi, hanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;”Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik” (QS Al A'raf: 56)&lt;br /&gt;”Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS Yusuf: 87).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan, jika akhirnya harapan tidak menjelma seperti yang kita idamkan, tetaplah terus berbaik sangka kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui. Karena ”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui”‌ (QS Al Baqarah: 216).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-7586716996903620676?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/7586716996903620676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=7586716996903620676' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/7586716996903620676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/7586716996903620676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/05/tetaplah-tersenyum.html' title='Tetaplah Tersenyum'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-8649676467529789020</id><published>2007-05-02T14:00:00.000+08:00</published><updated>2007-05-02T14:03:44.442+08:00</updated><title type='text'>Merancang Kembali Goal-Setiing Pendidikan Nasional</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Goal setting adalah penetapan apa yang hendak dicapai seseorang (Locke &amp; Latham, dalam Woolfolk, 1998). Ketika seorang pelajar berusaha belajar keras untuk memperoleh nilai 5 dalam UN tahun ini, maka usaha yang dilakukannya tersebut (belajar keras) adalah goal-directed behaviour.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Woolfolk selanjutnya menyebutkan bahwa goal memotivasi individu untuk berprilakju tertentu sebagai usaha yang mengurangi diskrepansi kondisi di antara “where are there” dan “where they want to be”. Locke dan Latham juga mengemukakan 4 alasan mengapa goal setting dapat memperbaiki performace. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertama, goals mengarahkan perhatian individu terhadap tugas yang dihadapinya, sehingga fokus selalu ada pada tugas tersebut selama belum selesai. Kedua, goals ‘menggerakkan’ usaha. Makin besar tingkat kesulitannya, makin besar usaha untuk meraihnya. Ketiga, goals meningkatkan ketahanan kerja. Semakin jelas goal yang dimiliki, semakin sedikit rasa terganggu atau ‘menyerah’ saat menyelesaikan tugas. Terakhir, goals meningkatkan perkembangan strategi baru. Bila plan A tidak berhasil, maka kita akan mencoba plan B, C dan seterusnya hingga mencapai goal.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses pendidikan dikenal 2 jenis goal, yaitu learning goal dan performance goal. Learning goal merupakan intensi individu untuk memperbaiki kemampuan dan pemahaman, betapapun sulitnya usaha yang harus dilakukan untuk mencapai goal tersebut. Performance goal merupakan intensi individu untuk mencapai kompetensi atau penampilan terbaik.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Inti learning goal pada perbaikan dan usaha belajar, sedangkan performance goal pada perolehan penilaian positif atau penghindaran terhadap efek negative dalam lingkungan maupun komunitasnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam realita yang ada, kedua proses ini belum sepenuhnya diterapkan dalam pola pendidikan Indonesia, sehingga outputnya pun belum terlihat maksimal. Kasus kegagalan pelaksanaan UN tahun ini merupakan contoh nyata. Betapa pendidikan di Negara kita memiliki potret buram karena memenuhi standar dengan cara yang tak wajar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Upaya untuk meningkatkan mutu pelajar dengan menaikkan nilai minimum UN secara mendadak tidak disertai kajian psikis. Shock yang banyak diderita peserta UN memunculkan trauma tersendiri hingga bereaksi pada bermacam ragam ‘tingkah aneh’, dari memarahi pengawas hingga meninggal saat mengerjakan soal Matematika.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pelajar yang berada pada posisi under-preassure, umumnya akan berorientasi pada unjuk kerja (ego-involved). Mereka akhirnya disibukkan dengan usaha-usaha apa saja agar dapat mencapai nilai minimum dalam suatu tugas sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka menggunakan langkah shortcut dalam menyelesaikan tugas, curang dan cenderung berkeinginan kuat untuk mencontek, sistem kebut sejam (SKS) setiap kali menyelesaikan tugas, mencari perhatian dengan menonjolkan prestasi luar pelajaran, hanya mau bekerja keras pada tugas yang dianggap berat, seringkali kecewa dan menyembunyikan nilai rendah hasil ujian harian, sering membandingkan nilainya dengan nilai teman, merasa lebih nyaman dalam mengerjakan tugas yang tidak memiliki kejelasan kriteria evaluasi (Stipek, dalam Woolfolk, 1998).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hanya sedikit pelajar yang tergolong berorientasi pada tugas (task-involved learners) yang cenderung mengejar sumber-sumber bantuan yang relevan dengan usaha belajarnya dari jauh-jauh hari. Penguasaan (mastery) terhadap materi pembelajaran merupakan hal yang utama bagi kelompok pelajar ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pintrich dan Schunk (1996) menyatakan bahwa tahap goal-setting sangat penting dalam self management (pengaturan diri). Bahkan, beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa sasaran dan pengemukaan sasaran secara terbutka merupakan elemen penting dari program pengaturan diri (Woolfolk, 1998)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Besarnya usaha yang dilakukan seseorang untuk mencapai goal, khususnya yang menuntut usaha yang lebih giat, seperti dalam pemecahan masalah dan pengorganisasian, akan bertambah dengan adanya fungsi kontrol (Skinner &amp; Chapman, dalam Pintrich &amp;amp; Schunk, 1996). Kontrol tersebut bukan melulu dari pihak pendidik (baca: guru) atau dengan bahasa yang menghakimi, tapi sepenuhnya diserahkan kepada orang terdekat yang telaten lagi sabar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada jangka waktu yang lebih panjang, karena mereka telah melakukan berbagai usaha dalam menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan strukturisasi serta restrukturisasi kognitif, maka mereka akan mengembangkan lebih banyak life-skill, lebih siap untuk mencari dan mengakses informasi dan sumber belajar dan memiliki lebih banyak ide dan cara bagi pemecahan-pemecahan masalah dalam tugas ringan maupun berat.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya para pemerhati pendidikan merancang kembali goal-setting pendidikan nasional, agar tak lagi terjadi ‘kecelakaan pendidikan’ yang tak kalah ‘menarik’ dari kecelakaan transportasi dan kecelakaan lainnya di negeri ini. Dengan demikian, pendidikan bukan lagi makhluk menyeramkan yang tak dapat dinikmati dengan senang hati, tapi keterpaksaan untuk menempuh pendidikan minimal sekian tahun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-8649676467529789020?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/8649676467529789020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=8649676467529789020' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/8649676467529789020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/8649676467529789020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/05/merancang-kembali-goal-setiing.html' title='Merancang Kembali Goal-Setiing Pendidikan Nasional'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-3666563117343655930</id><published>2007-05-01T16:27:00.000+08:00</published><updated>2007-04-30T16:31:14.361+08:00</updated><title type='text'>Islam tentang Pekerja Perempuan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebagai agama yang diyakini untuk kasih sayang semua umat manusia, maka Islam sesungguhnya tidak pernah menekan pihak perempuan dalam bidang pekerjaan. Baik pekerjaan di rumah maupun luar rumah. Jika merujuk kepada hadits Nabi, dalam praktek kehidupan zaman Nabi Saw sesungguhnya ada banyak riwayat menyebutkan tentang sahabat perempuan yang bekerja di dalam dan di luar rumah, baik untuk kepentingan sosial, maupun untuk memenuhi kebutuhan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutlah misalnya, Asma bint Abu Bakr, isteri sahabat Zubair bin Awwam, bekerja bercocok tanam, yang terkadang melakukan perjalanan cukup jauh. Di dalam kitab hadits (Shahih Muslim, juz II, halaman 1211, nomor hadits 1483) disebutkan bahwa ketika Bibi Jabir bin Abdullah keluar rumah untuk bekerja memetik kurma, dia dihardik oleh seseorang untuk tidak keluar rumah. Kemudian dia melapor kepada Nabi Saw, yang dengan tegas mengatakan kepadanya: “Petiklah kurma itu, selama untuk kebaikan dan kemaslahatan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di dalam literatur fikih (jurisprudensi Islam) secara umum tidak ditemukan larangan perempuan bekerja, selama ada jaminan keamanan dan keselamatan, karena bekerja adalah hak setiap orang. Variasi pandangan ulama hanya muncul pada kasus seorang isteri yang bekerja tanpa restu dari suaminya. Kalau lebih jauh menelusuri lembaran-lembaran literatur fikih, dalam pandangan banyak ulama fikih, suami juga tidak berhak sama sekali untuk melarang isteri bekerja mencari nafkah, apabila nyata-nyata dia tidak bisa bekerja mencari nafkah, baik karena sakit, miskin atau karena yang lain (lihat fatwa Ibn Hajar, juz IV, h. 205 dan al-Mughni li Ibn Qudamah, juz VII, h. 573).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih tegas lagi dalam fikih Hambali, seorang lelaki yang pada awalnya sudah mengetahui dan menerima calon isterinya sebagai pekerja (baca : perempuan karir) yang setelah perkawinan juga akan terus bekerja di luar rumah, suami tidak boleh kemudian melarang isterinya bekerja atas alasan apapun (lihat : al-fiqh al-Islami wa adillatuhu, juz VII, h. 795). Fikih membenarkan suami dan isteri, keduanya bekerja di luar rumah dengan prasyarat-prasyarat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berarti fikih tidak memandang bahwa kewajiban seorang lelaki (misalnya suami) untuk mencari nafkah menjadi penghalang bagi perempuan untuk bekerja di luar rumah juga untuk mencari nafkah. Pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan yang sesungguhnya untuk perempuan dan laki-laki. Jadi pendefinisian bahwa pekerjaan di luar rumah adalah tugas laki-laki dan pekerjaan di dalam rumah adalah pekerjaan perempuan adalah hasil penafsiran terhadap teks secara sempit. Bahkan dalam fikih, perempuan sesungguhnya diperbolehkan meminta upah bila menyusui anaknya, kecuali air susu hari pertama yang merupakan kewajiban perempuan memberikan kepada anaknya karena mengandung kolostrum yang baik untuk meningkatkan imunitas bayi baru lahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang tentu saja hal ini tidak secara otomatis mengatakan bahwa Islam mengajarkan hubungan ibu dan bayinya dihitung dengan uang, akan tetapi adalah menunjukkan penghargaan pada jerih payah ibu. Akhirnya, berbagai jalan dapat ditempuh untuk tetap memberikan keadilan bagi perempuan, tak terkecuali yang berkaitan dengan masalah perempuan bekerja.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-3666563117343655930?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/3666563117343655930/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=3666563117343655930' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/3666563117343655930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/3666563117343655930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/05/islam-tentang-pekerja-perempuan.html' title='Islam tentang Pekerja Perempuan'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-8469602643334817782</id><published>2007-04-30T16:17:00.000+08:00</published><updated>2007-04-30T16:20:40.506+08:00</updated><title type='text'>Diskriminasi Kerja Perempuan, Quo Vadis</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Terlepas dari persoalan sektor yang digeluti perempuan, keterlibatan perempuan di sektor manapun selalu nampak dicirikan oleh “skala bawah” dari pekerjaan perempuan. Perempuan di sektor pertanian pedesaan, mayoritas berada di tingkat buruh tani. Perempuan di sektor industri perkotaan terutama terlibat sebagai buruh di industri tekstil, garmen, sepatu dan elektronik. Di sektor perdagangan, pada umumnya perempuan terlibat dalam perdagangan usaha kecil seperti berdagang sayur mayur di pasar tradisional, usaha warung, adalah jenis-jenis pekerjaan yang lazim ditekuni perempuan. Masalah umum yang dihadapi perempuan di sektor publik adalah kecenderungan perempuan terpinggirkan pada jenis-jenis pekerjaan yang berupah rendah, kondisi kerja buruk dan tidak memiliki keamanan kerja. Hal ini berlaku khususnya bagi perempuan berpendidikan menengah ke bawah. Untuk kasus kota, sebagai buruh pabrik, sementara untuk kasus pedesaan sebagai buruh tani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu digarisbawahi di sini adalah bahwa kecenderungan perempuan terpinggirkan pada pekerjaan marginal tersebut tidak semata-mata disebabkan faktor pendidikan. Dari kalangan pengusaha sendiri, terdapat preferensi untuk mempekerjakan perempuan pada sektor tertentu dan jenis pekerjaan tertentu karena upah perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Sebuah studi tentang buruh perempuan pada industri sepatu di Tangerang, menemukan bahwa biaya tenaga kerja (upah) buruh laki-laki adalah 10-15% dari total biaya produksi. Sementara bila mempekerjakan perempuan, biaya tenaga kerja dapat ditekan hingga 5-8% dari total biaya produksi (Tjandraningsih, 1991:18).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus tersebut, persentase buruh perempuan adalah 90% dari total buruh. Kasus lain dengan substansi yang sama ditemukan pula di sektor pertanian pedesaan. Sebuah penelitian tentang buruh perempuan pada agro industri tembakau ekspor di Jember bahwa untuk pekerjaan di kebun tembakau, buruh perempuan mendapat upah Rp 1.650,00 per hari sementara buruh laki-laki mendapat upah Rp 1.850,00 per hari (Indraswari, 1994:52).&lt;br /&gt;Persentase buruh perempuan pada kasus tembakau adalah 80%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak di kedua kasus tersebut telah terjadi penggunaan tenaga kerja perempuan untuk sektor-sektor produktif tertentu dan pemisahan kegiatan-kegiatan tertentu atas dasar jenis kelamin. Dua hal ini dapat di lihat juga melalui peningkatan atau penurunan rasio perempuan di setiap jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika perempuan pada strata menengah ke bawah, bekerja di sektor publik kebanyakan atas dasar dorongan kebutuhan ekonomi. Sedangkan bagi perempuan di kelas menengah ke atas, bekerja bagi mereka adalah bagian dari aktualisasi diri. Hal ini selain terkait dengan semakin terbukanya peluang bagi perempuan untuk memasuki sektor-sektor yang pada awalnya diperuntukkan hanya untuk laki-laki. Semakin banyaknya perempuan berpendidikan yang berkeinginan untuk aktif di sektor publik merupakan konsekuensi logis dari pembukaan peluang yang lebih besar bagi anak perempuan untuk bersekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi perempuan kelas menengah ke atas yang bekerja sebagai pegawai swasta maupun sebagai pegawai negeri, diskriminasi upah seringkali lebih tersamar. Meskipun sistem pengupahan (termasuk tunjangan) pegawai negeri tidak lagi membedakan pegawai perempuan dan laki-laki, di sektor swasta diskriminasi masih terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun besar upah pokok antara pegawai laki-laki dan perempuan sama, namun komponen tunjangan keluarga dan tunjangan kesehatan dibedakan antara pegawai perempuan dan laki-laki. Seorang pegawai perempuan -apakah berstatus menikah atau lajang- tetap dianggap lajang. Seorang pegawai perempuan yang berstatus menikah -karena dia perempuan- tidak mendapatkan tunjangan suami atau anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula tunjangan kesehatan hanya diberikan kepada dirinya sendiri -tidak untuk suami dan anak-. Dengan demikian -dengan memperhitungkan komponen tunjangan- total penghasilan pegawai laki-laki dan perempuan berbeda jumlahnya untuk pekerjaan yang sama. Diskriminasi upah yang terjadi secara eksplisit maupun implisit, seringkali memanipulasi ideologi gender sebagai pembenaran. Ideologi gender adalah segala aturan, nilai, stereotip, yang mengatur hubungan antara perempuan dan laki-laki terlebih dahulu melalui pembentukan identitas feminin dan maskulin (Ratna Saptari dalam Andria dan Reichman, 1999: 9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena tugas utama perempuan adalah di sektor domestik, maka pada saat ia masuk ke sektor publik “sah-sah” saja untuk memberikan upah lebih rendah karena pekerjaan di sektor publik hanya sebagai “sampingan” untuk “membantu” suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya, generalisasi bahwa “semua perempuan bekerja hanya untuk ‘membantu’ suami” atau “semua perempuan bekerja hanya sebagai kegiatan sampingan” banyak tidak terbukti validitasnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Bagi perempuan miskin, dalam situasi krisis ekonomi, banyak perempuan menjadi pencari nafkah utama keluarga atau bersama-sama suami memberikan kontribusi finansial hingga 50% dari total penghasilan keluarga, atau bahkan lebih. Sebenarnya pihak yang diuntungkan dalam kasus diskiriminasi upah adalah pemilik modal yang dapat menekan biaya produksi melalui pengurangan komponen biaya tenaga kerja.&lt;br /&gt;Selain persoalan upah, dalam perspektif perbandingan dengan laki-laki, perempuan di sektor publik menghadapi kendala lebih besar untuk melakukan mobilitas vertikal (kenaikan pangkat, posisi, jabatan) karena ideologi patriarkis yang dominan. Hal ini diindikasikan dengan minimnya jumlah perempuan yang menduduki posisi pengambil keputusan dan posisi strategis lainnya baik di sektor pemerintah maupun di sektor swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun persentase perempuan lebih dari 50% dari total penduduk Indonesia, namun perempuan yang menjadi anggota parlemen hanya 7-8% dari total anggota parlemen. Demikian pula dapat dihitung dengan jari, jumlah perempuan yang menduduki jabatan struktural, bupati, walikota, menteri, dll. Dari gambaran persoalan diatas, dapat dilihat telah terjadi pula pelebaran ketimpangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan yang ditandai oleh perbedaan upah serta ketidaksamaan akses keuntungan dan fasilitas kerja, termasuk akses terhadap program-program pelatihan untuk pengembangan karir.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-8469602643334817782?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/8469602643334817782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=8469602643334817782' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/8469602643334817782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/8469602643334817782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/diskriminasi-kerja-perempuan-quo-vadis.html' title='Diskriminasi Kerja Perempuan, Quo Vadis'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-8438039595294545411</id><published>2007-04-29T16:09:00.000+08:00</published><updated>2007-04-30T16:13:05.471+08:00</updated><title type='text'>Kerja Produktif &amp; Reproduktif Kaum Perempuan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk dapat melihat definisi dan makna kerja dengan lebih jernih lagi maka mungkin perlu dijelaskan juga tentang kerja dengan membaginya menjadi dua bentuk kerja yaitu kerja produksi dan kerja reproduksi. Baik kerja produksi maupun kerja reproduksi, keduanya berperan penting dalam proses kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja produktif berfungsi memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti sandang, pangan, papan. Kerja reproduktif adalah kerja “memproduksi manusia”, bukan hanya sebatas masalah reproduksi biologis perempuan, hamil, melahirkan, menyusui, namun mencakup pula pengasuhan, perawatan sehari-hari manusia baik fisik dan mental, kesemuanya berperan penting dalam melahirkan dan memampukan seseorang untuk “berfungsi” sebagaimana mestinya dalam struktur sosial masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja reproduktif juga kerja yang pada prosesnya menjaga kelangsungan proses produksi, misalnya pekerjaan rumah tangga. Tanpa ada yang melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, atau mencuci maka tidak mungkin akan didapatkan makanan, kenyamanan bagi anggota rumah tangga yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga dengan makanan dan kenyamanan tersebut proses yang lain tidak terganggu. Tetapi tentu saja pengertian pekerjaan reproduksi seperti ini tidak dianggap sebagai pekerjaan oleh masyarakat dan juga pemerintah padahal secara fisik ini jelas sebagai sebuah kerja. Dalam sistem kapitalisme yang berlaku dewasa ini, seperti yang sudah panjang lebar diutarakan di atas, terdapat kecenderungan kuat untuk memisahkan kerja produksi dan reproduksi, di mana kedua pekerjaan tersebut dilakukan dan siapa yang melakukan pekerjaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerja produksi dianggap tanggung jawab laki-laki, biasanya dikerjakan di luar rumah. Kerja reproduksi dianggap tanggung jawab perempuan dan biasanya dikerjakan di dalam rumah. Seperti yang pernah diungkapkan, nampaknya hampir semua kalangan masyarakat menyetujui bahwa perempuan mendapat kemulian dengan pekerjaannya sebagai ibu rumah tangga hingga ibu rumah tangga mendapat gelar “ratu rumah tangga”. Namun yang menjadi pertanyaan kemudian adalah mengapa pekerjaan reproduksi tersebut selalu diberi sebutan sebagai “pekerjaan mulia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mengapa “pekerjaan mulia” tersebut sebagian besar dibebankan hanya kepada perempuan, seolah ia adalah bagian kewajiban dari Tuhan dengan imbalan kebahagiaan di akhirat nanti. Demikian pula sebutan “ratu” yang seharusnya berimplikasi pada peran perempuan yang lebih besar dalam pengambilan keputusan di tingkat keluarga, pada kenyataannya, bukan perempuan yang lebih berperan dalam pengambilan keputusan penting, melainkan laki-laki.Norma yang berlaku dewasa ini kerja reproduksi adalah tanggung jawab perempuan. Atas nama tradisi dan kodrat, perempuan dipandang sewajarnya bertanggung jawab dalam arena domestik. Institusi pendidikan, agama, media massa, mendukung pula pandangan ini. Jarang yang mempertanyakan secara terbuka “kodrat” tersebut. Lebih jarang lagi yang memperhitungkan nilai ekonomi pekerjaan rumah tangga. Sayangnya, keterlibatan perempuan dalam kerja produksi tidak mengurangi beban tanggung jawabnya di sektor reproduksi. Dengan kata lain, tidak mengundang laki-laki untuk berkontribusi lebih besar dalam kerja reproduksi. Kerja perempuan terutama di sektor reproduksi tidak pernah diperhitungkan dalam data perekonomian dan statistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kerja tersebut diperhitungkan, niscaya akan mematahkan mitos “laki-laki adalah pencari nafkah utama”.Sebenarnya di banyak tempat, terjadi “perendahan” terhadap kerja reproduksi biologis perempuan, meskipun perempuan telah mencurahkan begitu banyak waktu dan energi. Contohnya pernyataan “buat apa anak perempuan sekolah tinggi-tinggi, nanti juga ke dapur” atau “si X (perempuan) mah paling juga kawin terus ngurus anak”.Di sektor publik sering kali sistem yang ada “tidak mendukung” perempuan (dan laki-laki) bekerja untuk dapat pula melakukan kerja reproduksi secara optimal sekaligus. Jam kerja panjang, ketiadaan sarana penitipan anak di tempat kerja, dan kesulitan perempuan bekerja untuk menyusui anaknya, adalah beberapa contoh nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun cuti melahirkan telah diberlakukan secara luas, masih ada yang merasa rugi memberi cuti melahirkan kepada karyawan perempuan. Diskriminasi terselubung dilakukan guna menghindari pemberian cuti tersebut antara lain dengan preferensi tidak tertulis mengutamakan merekrut karyawan laki-laki atau karyawan perempuan lajang.Situasi di sektor publik sering pula tidak ramah keluarga, baik terhadap karyawan perempuan maupun laki-laki. Memberikan cuti melahirkan bagi karyawan perempuan dianggap pemborosan dan inefiesiensi. Berkomitmen tinggi terhadap anak dan keluarga dipandang tidak kompatibel dengan dunia kerja. Ternyata, kerja reproduksi yang sebagian besar dilakukan perempuan berperan sangat penting guna keberlanjutan suatu bangsa dan umat manusia pada umumnya. Perlu perbaikan sistem sosial secara menyeluruh agar jangan sampai suatu bangsa atau lebih parah lagi umat manusia punah, hanya karena berkeluarga dan memiliki anak menjadi semakin tidak menarik. Sangat penting pula demokratisasi institusi keluarga, termasuk di dalamnya peningkatan peran serta laki-laki dalam kerja reproduksi dalam rumah tangga.Seperti yang juga sudah disinggung di atas, berkaitan dengan masalah perempuan bekerja produksi yaitu dengan bekerja di luar rumah untuk mencari nafkah, pun sesungguhnya sudah lazim ditemui di berbagai kelompok masyarakat. Sejarah menunjukan bahwa perempuan dan kerja publik sebenarnya bukan hal baru bagi perempuan Indonesia terutama mereka yang berada pada strata menengah ke bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pedesaan, perempuan pada strata ini mendominasi sektor pertanian, sementara di perkotaan sektor industri tertentu didominasi oleh perempuan. Di luar konteks desa-kota, sektor perdagangan juga banyak melibatkan perempuan. Data sensus penduduk tahun 1990 menunjukan bahwa sektor pertanian adalah sektor yang terbesar dalam menyerap tenaga kerja perempuan yaitu 49,2%, diikuti oleh sektor perdagangan 20,6%, dan sektor industri manufaktur 14,2%.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-8438039595294545411?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/8438039595294545411/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=8438039595294545411' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/8438039595294545411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/8438039595294545411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/kerja-produktif-reproduktif-kaum.html' title='Kerja Produktif &amp; Reproduktif Kaum Perempuan'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-5837699363209430297</id><published>2007-04-28T15:12:00.000+08:00</published><updated>2007-04-30T15:16:42.828+08:00</updated><title type='text'>Interaksilah Dengan Siapa Saja</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Alkisah, ada seorang anggota DPRD dari sebuah partai Islam berbicara tentang persoalan koalisi. Bagaimana jika terjadi koalisi antara partai Islam dengan partai sekuler di parlemen. Dan dikatakan, menurutnya sah saja, asal kontraknya jelas, asal keberadaan kita disana lebih mendorong pada kemaslahatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Memang, dalam hidup ini, jangan terlalu membuat garis batas yang tegas dalam berinteraksi, baik interaksi organisasi, apalagi interaksi individu. Membatasi diri, hanya akan mengucilkan diri kita dari potensi orang lain, yang sesungguhnya bisa kita manfaatkan dalam dakwah. Karenanya, siapa saja, yang mempunyai potensi bisa kita ajak untuk merajut kebaikan, bisa kita ajak untuk bergandeng tangan, asal kita bisa menaruh harapan harapan baik atasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa prinsip hubungan antar manusia yang bisa kita jadikan bahan pemikiran. Prinsip itu antara lain,&lt;br /&gt;Pertama, pandanglah bahwa setiap manusia mempunyai sisi baik, punya potensi baik. Menganggap orang dengan anggapan tidak baik, lantas kita memutuskan tali interaksi, saya kira tidak tepat; meski orang tersebut kita kenal sebagai orang sekuler misalnya. Kepada siapa saja, bukalah tali silaturahmi itu, karena bisa jadi dengan berinteraksi denganmu, potensi baiknya akan bisa terkembangkan. Ketika Mus’ab bin Umair telah masuk Islam, toh nabi tetap memintanya untuk selalu meyambung tali silaturahmi dengan keluarganya yang belum Islam.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kembangkan jiwa memaafkan dalam diri kita. Ketika kita ingin membangun interaksi dan silaturahmi dengan orang lain, tak jarang track record orang itu menjadi pertimbangan. Akan tetapi jangan sampai pertimbangan terhadap masa lalu seseorang menjadikan kita memandang pribadi seseorang secara sempit. Kita tidak boleh lupa, bahwa seseorang bisa bertaubat dan berubah dari kehidupan masa lalunya. Tentu kita tahu, bahwa orang-orang seperi Umar bi Khattab, Abu Sofyan, Hamzah, adalah orang-orang yang semula bukan hanya apatis terhadap dakwah, tapi bahkan memusuhi. Namun, mereka lantas menjadi pembela Islam yang luar biasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, prinsip dakwah itu adalah berbaur. Artinya, sangat salah jika kita hanya berinteraksi dengan kelompok islam saja. Berbaur, bergaul, berinteraksi hanya dengan para Remaja Masjid, para kader partai islam, lantas kita melupakan dan mengabaikan orang diluar itu. Ada pepatah yang mengatakan, adanya kita di komunitas orang-orang baik, bisa kita ibaratkan menyalakan lilin di bawah lampu neon, dan adanya kita di komunitas yang lebih umum, akan seperti lilin di kegelapan malam. Karenanya apa yang dilakukan ustadz Al Banna, dalam dakwah dakwah pertamanya bisa kita ambil nilainya. Ternyata, beliau tidak hanya berdakwah di Masjid, tapi juga di kafe-kafe. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seminar-seminar yang sering kita lakukan di masjid-masjid, seringkali hanya untuk penguatan dan penjagaan orang yang sudah sholeh daripada memperluas cakupan dakwah. Saya tidak mengatakan bahwa seminar dan kajian di masjid-masjid tidak penting, akan tetapi ada makna lain yang bisa kita peroleh, ketika kita juga menyeimbangkan dengan mengadakan aktifitas dakwah di luar masjid. Karenanya keluarlah, berbaurlah, berinteraksilah. karena sebenarnya disitulah letak dakwah itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-5837699363209430297?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/5837699363209430297/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=5837699363209430297' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/5837699363209430297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/5837699363209430297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/interaksilah-dengan-siapa-saja.html' title='Interaksilah Dengan Siapa Saja'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-3771428806708981853</id><published>2007-04-27T12:02:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:28:33.035+08:00</updated><title type='text'>Fitnah dan Kehancuran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan satu musibah kepada satu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu” (QS. Al-Hujurat : 6)&lt;br /&gt;Dalam ayat lain, Allah berfirman : “Allah tidak menyukai menyebut keburukan orang (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dizhalimi. Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. an-Nisaa’ : 148)&lt;br /&gt;Pada ayat yang pertama, Allah SWT memerintahkan ummat Islam agar memastikan (tabayyun) terlebih dahulu kebenaran suatu berita yang tersebar di masyarakat. Penyebar berita itu hendaknya kita cari tahu, apakah layak dipercaya atau tidak. Namun tetap saja, unsur baik sangka (husnuzhzhon) ada diurutan nomer satu.&lt;br /&gt;Ayat kedua, pula menekankan kita agar tidak mudah membuat tuduhan liar yang tidak berdasar, seperti mencela orang lain, memaki, menerangkan keburukan orang lain, menyebarluaskan aib, menyinggung perasaan dan sebagainya. Pengecualian itu semua hanya berlaku bagi orang yang dizhalimi, yang diberlakukan secara buruk oleh orang yang menganiayanya.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW tidak mudah mendengar kata-kata yang dapat mengeruhkan ukhuwah antar-sahabat. Beliau SAW bersabda : “Janganlah ada diantara kalian (para sahabat) yang suka menyampaikan perkara-perkara yang memburukkan sahabat-sahabat lain karena sesungguhnya aku lebih suka jika aku menemukan kalian semua dalam keadaan lapang dada, tanpa prasangka buruk” (HR. al-Khamsah).&lt;br /&gt;Hadits diatas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melarang para sahabatnya untuk tidak menyebarkan aib orang lain sekalipun kepada Beliau, karena dengan tersebarnya aib itu akan membuat orang berlaku tidak adil dan memandang sebelah mata.&lt;br /&gt;Berita-berita yang bersifat fitnah adalah dapat mengeruhkan hubungan baik diantara dua sahabat, menjatuhkan kedudukan maupun pangkat seseorang dalam tatanan masyarakat dan membuahkan luka hati terhadap korban yang difitnah.&lt;br /&gt;Pada hakikatnya, fitnah atau tuduh menuduh lahir dari rasa hasad dan dengki, serta sombong, angkuh, tidak menerima kebenaran dan menganggap orang lain berderajat lebih rendah darinya. Rasulullah SAW pernah berpesan : “Takabbur itu ialah sombong dengan cara tidak mau menerima kebenaran dan memandang hina kepada manusia lain”&lt;br /&gt;Oleh itu, al-Qur’an menganjurkan kepada kita untuk berhati-hati dalam menerima berita yang belum dapat dipastikan kebenaran dan asal-usulnya, dengan firman Allah SWT : “Dan janganlah engkau mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan atasnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya” (QS. al-Isra’ : 36).&lt;br /&gt;Kita perlu sadari, dengan memliki tabiat fitnah atau tuduh menuduh akan membawa kita pada kehancuran dan kemusnahan saudara sendiri dan tidak ada sedikitpun keuntungan yang diperoleh dari sifat buruk itu. Wallahu a’lam&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-3771428806708981853?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/3771428806708981853/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=3771428806708981853' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/3771428806708981853'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/3771428806708981853'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/fitnah-dan-kehancuran.html' title='Fitnah dan Kehancuran'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-1860939530693758269</id><published>2007-04-26T11:45:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:27:00.712+08:00</updated><title type='text'>Manusia Pencakar Langit</title><content type='html'>Tahukah anda&lt;br /&gt;Perusahaan kehidupan AKHIRAT&lt;br /&gt;Sedang membutuhkan beberapa tenaga&lt;br /&gt;Untuk posisi MANUSIA PENCAKAR LANGIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaratnya MUDAH,&lt;br /&gt;biayapun MURAH&lt;br /&gt;Tak perlu membuat JALUR SALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pencakar langit tersebut&lt;br /&gt;Akan ditempatkan di divisi SURGA&lt;br /&gt;Divisi yang paling banyak didambakan&lt;br /&gt;Dari berbagai lulusan SD sampai S-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pencakar langit&lt;br /&gt;harus memiliki cita-cita tinggi&lt;br /&gt;Yakni RIDHO ALLAH&lt;br /&gt;Yang tingginya melebihi gedung pencakar langit&lt;br /&gt;Yang cuma hampir menyentuh lapisan awan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pencakar langit&lt;br /&gt;harus memiliki DESIGN AKHLAQ MULIA&lt;br /&gt;Mengalahi keindahan tata letak&lt;br /&gt;Dan design gedung pencakar langit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia pencakar langit&lt;br /&gt;harus memiliki LIFT KEIKHLASAN&lt;br /&gt;Yang membawa seluruh orang kepada rasa aman&lt;br /&gt;Ketika didekatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Pencakar Langit&lt;br /&gt;harus memiliki TAMAN UKHUWAH&lt;br /&gt;yang menyejukkan mata dan menyehatkan iman&lt;br /&gt;serta mendulang banyak manfaat bagi yang menghampirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia Pencakar Langit&lt;br /&gt;harus memiliki TANGGA DARURAT KESABARAN&lt;br /&gt;yang tak pernah merasa menyesal jika menemuinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang paling penting&lt;br /&gt;Manusia Pencakar Langit&lt;br /&gt;harus memiliki PONDASI AQIDAH YANG BENAR&lt;br /&gt;yang siap dijejali berbagai ujian&lt;br /&gt;yang tak goyah menahan terpaan cemoohan&lt;br /&gt;dan nyaman jika dijadikan tempat parkirnya banyak orang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-1860939530693758269?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/1860939530693758269/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=1860939530693758269' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/1860939530693758269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/1860939530693758269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/manusia-pencakar-langit.html' title='Manusia Pencakar Langit'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-739912946241322622</id><published>2007-04-25T13:46:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:29:30.190+08:00</updated><title type='text'>'Syarat' Sombong</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sombong adalah salah satu sifat yang diprakarsai oleh iblis. Beberapa kisah telah banyak menyebutkan, bahkan ada juga dalam al-Qur'an tentang kesombongan iblis. Iblis menolak mentah-mentah perintah Allah untuk menyembah Adam yang baru diciptakan-Nya dengan berbahan tanah. Beberapa mufassirin (ahli tafsir) memperkirakan sebab iblis melakukan hal demikian. Iblis diciptakan dari Api, sedangkan Adam dari tanah. Iblis juga diciptakan lebih awal, kebalikannya Adam baru saja jadi. Iblis lebih lama ibadahnya kepada Allah, Adam belum pernah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ini pasti menjadi pertanyaan : Kenapa iblis beribadah pada Allah? karena sebelum iblis berlaku sombong, iblis dikategorikan ke dalam malaikat dan termasuk taat kepada Allah selayaknya malaikat lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kesombongan Iblis menjadi kesombongan pertama yang dilakukan makhluk Allah atas perintah-Nya kepada hamba-Nya. Allah kemudian murka dan melaknat iblis untuk masuk neraka-Nya, namun iblis kemudian meminta syarat kepada Allah, yakni untuk menyesatkan anak manusia dan menjadi temannya selama di neraka kelak. Allah setuju, Allah menjamin kalau orang-orang beriman akan selamat dari godaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kesombongan, biasanya muncul karena memiliki kelebihan. Kelebihan harta, rupa, posisi kehormatan dan status keluarga bisa memicu kedatangan sombong. Bahkan, kelebihan dalam ibadah tidak memungkinkan untuk terhindar dari sombong juga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebut saja Fir'aun, siapa yang tidak kenal dengan raja yang memiliki dukungan terkuat ini. Ia hidup di zaman nabi Musa. Kelebihannya memang diakui seluruh masyarakat. Tukang sihir yang banyak, kekuasaan yang mutlak dan harta yang melimpah, bahkan kesehatan badan yang tak pernah terganggu membuat para mentri-mentrinya bersepakat untuk menjadikannya sebagau tuhan. Dengan senang hati "jabatan" tuhan itu disandangnya. Ketika nabi Musa mengingatkannya untuk kembali kepada Allah swt, Fir'aun malah menyerangnya dengan berbagai cara, hingga melakukan pengejaran terhadap pengikut nabi Musa as di semenanjung laut merah. Ditenggelamkanlah ia oleh_nya karena kesombongannya, dan dibuat-Nya kaku sebagai pelajaran bagi warganya. Setelah Fir'aun mati, pengikutnya kehilangan jejak nabi Musa dan menjalani apa-apa yang dulu pernah diajarkan nabi Musa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Masih di zaman nabi Musa, kali ini dari saudagar kaya yang bernama Qarun. Harta yang berlimpah dan gudang yang berblok-blok tak membuatnya berlaku rendah hati dan memberi kepada yang membutuhkan. Nabi Musa berkata kepadanya "Hey Qorun, bayarlah zakat dari hartamu, sesungguhnya dalam hartamu ada hak-hak mereka", namun dengan ketusnya Qorun menjawab "Hey Musa, silahkan bawa ajaranmu itu ke orang kaya yang lain yang hartanya itu dibantu dari Tuhanmu. Ini hartaku bukan harta Tuhanmu, ini hasil jerih payahku...". Bukan main sombongnya Qorun yang memiliki kunci gudang yang hanya bisa diangkat 7 orang besar. Allah swt kemudian menghendaki Qorum tertimbun harta dengan gudang-gudangnya, mati dalam tanah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lalu, ada cara lain untuk bisa sombong?Ya, kita boleh sombong, dengan satu syarat saja, yakni dengan membayar ongkos kehidupan kepada Allah SWT dari semua unsur. Kita mesti menghitung berapa yang ada pada diri kita harga kulit beserta pori-porinya, tangan beserta jari dan kuku-kukunya, kaki beserta jari dan kuku-kukunya, badan beserta lubang pusarnya, kepala beserta rambut dan mata dan hidung dan telinga dan mulut, serta berruas-ruas tulang sekujur tubuh. Bukan cuma itu saja , kita juga mesti membayar oksigen yang kita hirup sehari-hari sejak lahir sampai nanti mati, bayar biaya rizki yang telah Dia limpahkan melalui berbagai sarana, bayar sewa tempat yang di ciptakan-Nya yang selama ini kita tempati yaitu bumi. Dan-lain-lain yang mesti kita bayar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sanggupkah? Jika anda tidak sanggup, maka buat apa sombong jika hanya mengembalikan kita ke tempat yang dipenuhi pengikut Iblis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-739912946241322622?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/739912946241322622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=739912946241322622' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/739912946241322622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/739912946241322622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/syarat-sombong.html' title='&apos;Syarat&apos; Sombong'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-9163304742185274685</id><published>2007-04-24T13:41:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:30:41.805+08:00</updated><title type='text'>Kitakah Penyebabnya?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menjelang tengah malam, seorang ikhwan mengirim SMS kepada saya. Dia seorang aktivis yang amat banyak menghabiskan waktunya untuk menyebarkan kebaikan. Bila berbicara dengannya, kesan yang tampak adalah semangat yang besar di dadanya untuk melakukan perbaikan. Kalau saat ini yang mampu dilakukan masih amat kecil, tak apa-apa. Sebab perubahan yang besar tak 'kan terjadi bila kita tidak mau memulai dari yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kali ini, ia berkirim SMS bukan untuk berbagi semangat. Ia kirimkan SMS karena ingin meringankan beban yang hampir ada kerinduan yang semakin bertambah untuk memiliki pendamping yang dapat menyayanginya sepenuh hati. SMS ini mengingatkan saya pada beberapa kasus lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia sudah melewati tiga puluh, tetapi belum juga ada tempat untuk menambatkan rindu. Seorang pria usia sekitar 40 tahun, memiliki karier yang cukup sukses, merasakan betapa sepinya hidup tanpa istri. Ingin menikah, tapi takut ! tak bisa mempergauli istrinya dengan baik. Sementara terus melajang merupakan siksaan yang nyaris tak dapat ditahan. Dulu ia ingin menikah, ketika keriernya belum seberapa. Tetapi niat itu dipendamdalam-dalam karena merasa belum mapan. Ia harus mengumpulkan dulu uang yang cukup banyak agar bisa menyenangkan istri. Ia lupa bahwa kebahagiaan itu letaknya pada jiwa yang lapang, hati yang tulus, niat yang bersih dan penerimaan yang hangat. Ia juga lupa bahwa jika ingin mendapatkan istri yang bersahaja dan menerima apa adanya, jalannya adalah dengan menata hati, memantapkan tujuan dan meluruskan niat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila engkau ingin mendapatkan suami yang bisa menjaga pandangan, tak bisa engkau meraihnya dengan, "Hai, cowok... Godain kita, dong. "Saya teringat dengan sabda Nabi Saw. (tapi ini bukan tentang nikah). Beliau berkata, "Ruh itu seperti pasukan tentara yang berbaris." Bila bertemu dengan yang serupa dengannya, ia akan mudah mengenali, mudah juga bergabung dan bersatu. Ia tak bisa mendapatkan pendamping yang mencintaimu dengan sederhana, sementara engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau jadikan gemerlap kemapananmu sebagai pemikatnya? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan suami yang menerimamu sepenuh hati dan tidak ada cinta dihatinya kecuali kepadamu; sementara engkau berusaha meraihnya dengan menawarkan kencan sebelum terikat oleh pernikahan? Bagaimana mungkin engkau mendapatkan lelaki yang terjaga bila engkau mendekatinya dengan menggoda?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;Di luar soal cara, kesulitan yang kita hadapi saat ingin meraih pernikahan yang diridhai tak jarang kerana kita sendiri mempersulitnya. Suatu saat seorang perempuan memerlukan perhatian dan kasih-sayang seorang suami, ia tidak mendapatkannya. Di saat ia merindukan hadirnya seorang anak yang ia kandung sendiri dengan rahimnya, tak ada suami yang menghampirinya. Padahal kecantikan telah ia miliki. Apalagi dengan penampilannya yang enak dipandang. Begitupun uang, tak ada lagi kekhawatiran pada dirinya. Jabatannya yang cukup mapan di perusahaan memungkinkan ia untuk membeli apa saja, kecuali kasih-sayang suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan bukan tak pernah datang. Dulu, sudah beberapa kali ada yang mau serius dengannya, tetapi demi karir yang diimpikan, ia menolak semua ajakan serius. Kalau kemudian ada hubungan perasaan dengan seseorang, itu sebatas pacaran. Tak lebih. Sampai karier yang diimpikan tercapai; sampai ia tiba-tiba tersadar bahwa usianya sudah tidak terlalu muda lagi; sampai ia merasakan sepinya hidup tanpa suami, sementara orang-orang yang dulu bermaksud serius dengannya, sudah sibuk mengurusi anak-anak mereka. Sekarang, ketika kesadaran itu ada, mencari orang yang mau serius dengannya sangat sulit. Sama sulitnya menaklukkan hatinya ketika ia muda dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak cerita-cerita sedih semacam itu. Mereka menunda pernikahan disaat Allah memberi kemudahan. Mereka enggan melaksanakannya ketika Allah masih memberinya kesempatan karena alasan belum bisa menyelenggarakan walimah yang "wah". Mereka tetap mengelak, meski terus ada yang mendesak; baik lewat sindiran maupun dorongan yang terang-terangan. Meski ada kerinduan yang tak dapat diingkari, tetapi mereka menundanya karena masih ingin mengumpulkan biaya atau mengejar karier. Ada yang menampik "alasan karier" walau sebenarnya tak jauh berbeda. Seorang akhwat menunda nikah mesti ada yang mengkhitbah karena ingin meraih kesempatan kuliah S-2 ("Tahun depan kan belum tentu ada beasiswa"). Ia mendahulukan pra-sangka bahwa kesempatan kuliah S-2 tak akan datang dua kali, lalu mengorbankan pernikahan yang Rasullah Saw telah peringatkan :"Apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk meminang) yang engkau ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi." (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak tahu apakah ini merupakan hukum sejarah yang digariskan oleh Allah. Ketika orang mempersulit apa yang dimudahkan oleh Allah, mereka akhirnya benar-benar mendapati keadaan yang sulit dan nyaris tak menemukan jalan keluarnya. Mereka menunda-nunda pernikahan tanpa ada alasan syar'i, dan akhirnya mereka benar-benar takut melangkah di saat hati sudah sangat menginginkannya. Atau ada yang sudah benar-benar gelisah, tetapi tak kunjung ada yang mau serius dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadangkala, lingkaran ketakutan itu terus belanjut. Bila di usia-usia 20 tahunan mereka menuda nikah karena takut dengan ekonominya yang belum mapan, di usia menjelang 30 hingga sekitar 35 berubah lagi masalahnya. Laki-laki sering mengalami sindrom kemapanan (meski wanita juga banyak yang demikian, terutama mendekati usia 30 tahun). Mereka menginginkan pendamping dengan kriteria yang sulit dipenuhi. Seperti hukum kategori, semakin banyak kriteria semakin sedikit yang masuk kategori. Begitu pula dengan kriteria tentang jodoh, ketika kita menetapkan kriteria yang terlalu banyak, akhirnya bahkan tidak ada yang sesuai dengan keinginan kita. Sementara wanita yang sudah berusia sekitar 35 tahun, masalah mereka bukan soal kriteria, tetapi soal apakah ada orang yang mau menikah dengannya. Ketika usia40-an, ketakutan yang dialami oleh laki-laki sudah berbeda lagi, kecuali bagi mereka yang tetap terjaga hatinya. Jika sebelumnya, banyak kriteria yang dipasang, pada usia 40-an muncul ketakutan apakah dapat mendampingi istri dengan baik. Lebih lebih ketika usia sudah beranjak mendekati 50 tahun, ada ketakutan lain yang mencekam. Ada kekhawatiran jangan-jangan di saat anak masih kecil, ia sudah tak sanggup lagi mencari nafkah. Atau ketika masalah nafkah tak merisaukan (karena tabungan yang melimpah), jangan-jangan ia sudah mati ketika anak-anak masih perlu banyak dinasehati. Bila tak ada iman di hati, ketakutan ini akhirnya melahirkan keputus-asaan. Wallahu A'lam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya... ya... ya..., kadang kita sendirilah penyebabnya, kita mempersulit apa yang telah Allah mudahkan, sehingga kita menghadapi kesulitan yang tak terbayangkan. Kita memperumit yang Ia sederhanakan, sehingga kita terbelit oleh kerumitan yang tak berujung. Kita menyombongkan atas apa yang tidak ada dalam kekuasaan kita, sehingga kita terpuruk dalam keluh-kesah yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, kalau kesulitan itu kita sendiri penyebabnya, beristighfarlah. Semoga Allah berkenan melapangkan jalan kita dan memudahkan urusan kita. Laa ilaaha illa Anta, subhanaKa inni kuntu minazh-zhalimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkenaan dengan sikap mempersulit, ada tingkat-tingkatannya. Seorang menolak untuk menikah boleh jadi karena matanya disilaukan oleh dunia, sementara agama ia tak mengerti. Belum sampai kepadanya pemahaman agama. Boleh jadi seorang menunda-nunda nikah karena yang datang kepadanya beda harakah, meskipun tak ada yang patut dicela dari agama dan akhlaknya. Boleh jadi ada di antara kita yang belum bisa meresapi keutamaan menyegerakan nikah, sehingga ia tak kunjung melakukannya. Boleh jadi pula ia sangat memahami benar pentingnya bersegera menikah, sudah ada kesiapan psikis maupun ilmu, telah datang kesempatan dari Allah, tetapi... sukunya berbeda, atau sebab-sebab lain yang sama sepelenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ada Yang Tak Bisa Kita Ingkari&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kadang ada perasaan kepada seseorang. Seperti Mughits -seorang sahabatNabi Saw.- mengawasi, hati kita mencari-cari dan telinga kita merasa indah setiap kali mendengar namanya. Perasaan itu begitu kuat bersemayam di dada. Bukan karena kita menenggelamkan diri dalam lautan perasaan, tetapi seperti kata Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengutip dari Al-Mada'iny, "Andaikan orang yang jatuh cinta boleh memilih, tentu aku tidak akan memilih jatuh cinta". Perasaan ini kadang mengganggu kita, sehingga tak sanggup berpikir jernih lagi. Kadang membuat kita banyak berharap, sehingga mengabaikan setiap kali ada yang mau serius. Kita sibuk menanti -kadang sampai membuat badan kita kurus kering- sampai batas waktu yang kita sendiri tak berani menentukan. Kita merasa yakin bahwa dia jodoh kita, atau merasa bahwa jodoh kita harus dia, tetapi tak ada langkah-langkah pasti yang kita lakukan. Akibatnya, diri kita tersiksa oleh angan-angan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-9163304742185274685?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/9163304742185274685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=9163304742185274685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/9163304742185274685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/9163304742185274685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/barangkali-kitalah-penyebabnya.html' title='Kitakah Penyebabnya?'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-7355018308672358665</id><published>2007-04-23T13:33:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:31:51.211+08:00</updated><title type='text'>Akankah Jakarta Lebih Baik?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jakarta selaku Ibu kota negara sekaligus salah satu dari 32 propinsi masih tetap menyimpan daya tarik eksotik tersendiri. Betapa (sebahagian) orang di luar Jakarta masih berharap banyak untuk menikmati gemerlapnya, yang selama ini hanya dapat mereka saksikan disetiap hidangan sinetron setiap waktu. Atau, menjadikan “tinggal di Jakarta ” sebagai cita-cita utama dalam rangka mensejahterakan diri maupun keluarga di kampung halaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka –dengan segala kemampuan yang ada, meski ngepas- rela memburu rizki. Falsafah mereka, kebanyakan, sebagaimana sering Thukul “Cover Boy Majalah Rusak” lontarkan bahwa kristalisasi keringat adalah proses. Seringkali ada kebanggaan tersendiri bagi seorang Bapak yang tinggal didesa, kemudian ditanyakan tetangganya perihal putranya. Dengan bangga si bapak menjawab “anak saya kerja di Jakarta ”. Sebaliknya, si penanya tak memperjelas atau bertanya kembali jenis kerja anak si Bapak itu. Pokoknya Jakarta. Kerja baik, kerja buruk ataupun kolaborasi antar keduanya (baca : kerja curang).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fenomena yang mewabah sejak lama ini menguatkan hipotesis DR. Muhammad Nuh, peneliti Pusat Kependudukan UGM “ Para perantau, ketika ingin kembali ke daerah asalnya, seringkali ingin terlihat ‘tampil beda’ dengan masyarakat desa pada umumnya”. Setiap tahunnya, penduduk Jakarta bertambah jumlah paling sedikit 250.000 jiwa. Konsekwensinya, tingkat kepadatan penduduk membengkak hingga 14.000 jiwa setiap kilometer persegi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang kemudian terjadi ialah masalah keseharian, dari jalan hingga penghidupan. Gejolak sosial antar individu dan antar kelompok, maupun antar latar belakang seringkali tak dapat dihindari. Tingkat kerusakan moral meningkat tajam. Kemiskinan dan pengangguran kian hari kian nyata kelipatannya. Rasa aman kian jadi barang langka, karena kriminal yang ‘makin kreatif’ a la film action. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dibidang penataan kota , seperti yang kita maklumi bersama, pencemaran udara adalah biasa, air tanah yang bersih semakin terbatas, saluran drainase yang tidak konfrehensif mengundang banjir pada waktu tertentu. Jakarta memang dikepung oleh 13 sungai dari Gunung Salak, tapi sungguh alasan human error lebih mendominasi menjadi biang keladi bencana ‘langganan’ itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya jumlah pelaku migrasi dan urbanisasi juga memunculkan aglomerasi wilayah-wilayah, baik antar kota besar, kota besar dengan kota kecil sekitarnya, maupun antar kota kecil yang berdempetan. Seringkali batasan administrasi menjadi momok menyeramkan yang membiaskan keheranan khalayak ramai. Al-hasil, Jakarta makin semrawut, beban pengembangan otonomi daerah yang bukan milik Jakarta menambah pembengkakan anggaran daerah.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jakarta sebagai kota perdagangan dan jasa yang dijejali sekitar 8,5 juta jiwa di malam hari dan 12 juta jiwa disiang harinya telah menyudutkan dunia pendidikan. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa kegemerlapan dunia malam di Jakarta melibatkan pelajar dan mahasiswa. Yang kemudian menggiring mereka lebih addicted terhadap hingar bingar diskotik daripada duduk didepan komputer atau meja belajar. Betapa, yang menjadi remaja prestatif selalu berasal dari luar Jakarta , sebaliknya penghuni RSKO Fatmawati disesaki remaja usia sekolah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kondisi Jakarta yang makin collabs itu, sekali lagi, tertutupi gedung-gedung pencakar langit dan budaya-budaya western yang menggiurkan. Penampilan fisik lebih bernilai daripada penyakit-penyakit psikis yang menggelayuti follower budaya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemana ‘orang baik’, yang memiliki idealisme lokal dan berwawasan global serta mengusung nilai moral? Mereka ada, tapi setiap kali mereka muncul, dengan serta merta dicegah untuk mengembangkan sayap. Orang jujur itu musuh utama masyarakat kota yang ‘rusak’. Atau kaum moralis seringkali disebut sebagai oportunis yang akan menyelipkan hukum keyakinannya, yang kemudian memberangus habis secara frontal budaya barat di pelosok Jakarta .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan Agustus 2007 mendatang, warga ibukota kembali meramaikan perhelatan demokrasi tingkat daerah. Ini kali pertamanya Pilkada secara langsung di Jakarta setelah lahir dasar hukumnya : UU No. 32 Tahun 2004 dan UU No. 22 Tahun 2003. Pada hakikatnya, pilkada langsung bukan sekedar memilih orang nomer satu atau dua, tapi juga merupakan momentum pembelajaran demokrasi dan politik dalam ruang lingkup hukum yang benar. Dengan begitu, dua point plus dapat diraih sekaligus, yakni keterlibatan masyarakat dalam rangka menentukan kepala daerah dan proses pembuatan kebijakan publik yang meliputi kepentingan masyakakat secara luas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Meski terhitung masih 4 hingga 5 bulan kedepan, namun genderangnya kian kemari kian menggema. Nama-nama yang telah mencuat di beberapa media sejak setahun belakangan ini ialah Adang Daradjatun, Agum Gumelar, Bibit Waluyo, Faisal Basri, Fauzi Bowo, Rano Karno dan Sarwono Kusumaatmadja. Pendekatan politik antar parpol pendulang suara terbesar terus diupayakan untuk merangkul partai burem.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semua kita, warga kota Jakarta, berharap, siapapun nanti yang mendapat kesempatan memimpin DKI Jakarta haruslah memperhatikan haknya, yakni hak untuk tidak termasuk kedalam ‘golongan bermasalah’ yang terbiasa dengan masalah yang telah disebutkan diatas.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Utamanya, pendidikan yang layak lagi sistematis –juga ‘benar-benar’ gratis- agar dapat membangun karakter dan mental generasi menjadi lebih baik. Kemudian penataan kota yang membuat warga nyaman tinggal didalam rumah, tanpa takut ancaman banjir, tanpa khawatir ketumbangan pohon besar disekitar tempat tinggal maupun disetiap ruas jalan kota .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Maka pertanyaannya adalah apakah nama-nama yang kini menghiasi bursa calon Gubernur dan Wagub di berbagai media akan mampu membawa Jakarta menjadi lebih baik, yang tegas terhadap penyelewengan aparat daerah dan berpihak kepada kepentingan rakyat? Semoga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-7355018308672358665?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/7355018308672358665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=7355018308672358665' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/7355018308672358665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/7355018308672358665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/akankah-jakarta-lebih-baik.html' title='Akankah Jakarta Lebih Baik?'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-2569798924022375688</id><published>2007-04-22T13:27:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:32:57.213+08:00</updated><title type='text'>Sekali Lagi tentang Sabar</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ada yang perlu kita bedakan antara sabar dan keras kepala. Keduanya kadang tampak sangat berbeda tapi adakalanya batas antara sabar dan keras kepala kelihatan begitu tipis. Yang pertama mengantarkan kita kepada kebaikan, kemuliaan dan pertolongan Allah, sehingga kita dapat meraih kemenangan meski tampak berdaya. Sementara yang kedua, mendekatkan diri kita pada keburukan, kehinaan dan keterpurukan, sehingga tak berdaya meski kita memiliki segala yang kita perlukan untuk meraih kejayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar, kata Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah merupakan suatu pekerti yang dapat dibentuk oleh seeorang. Ia menahan nafsu dan putus asa, sedih dan sentimentil. Ia menahan jiwa dari kemarahan, menahan lidah dari merintih kesakitan, dan anggota badan dari melakukan sesuatu yang tidak patut. Sabar merupakan ketegaran hati atas hukum takdir dan hukum-hukum syariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara keras kepala atau keras hati, merupakan kekeringan hati yang menghalanginya untuk menerima masukan dari luar. Suatu kekerasan yang menolaknya untuk menerima pengaruh dari masukan tersebut. Ia tidak menerima kesan karena kekerasan dan kejumudannya. Bukan karena kebijakan dan kesabarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran melahirkan kelapangan dada untuk menerima kebenaran dan kekuatan hati untuk menetapi kebaikan, meski perasaan tidak menyukainya. Sementara sikap keras kepala, terkadang lahir dari keengganan kita menerima nasihat -yang paling tulus sekalipun- hanya karena tak sesuai dengan apa yang kita inginkan atau karena kita mementingkan siapa yang berbicara daripada apa yang dibicarakannya. Boleh jadi, sahabat kita yang memberi nasehat dengan bijak dan tepat -tapi karena kita merasa gusar- kita menolaknya. Kalau tak terkendali, kita bisa meninggikan diri, sehingga menepuk dada dengan bangga atau dengan nada marah "Kamu kenal saya nggak sih??..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini, kita yelah terjatuh pada sikap takabbur. Sombong. Dan, inilah titik awal kemuliaan kita selaku manusia. Kecerdasan tak punya lagi makna ketika kita keras kepala atau tinggi hati, karena keduanya menuntun kita pada putusan-putusan yang tidak benar (baca: bodoh). Kehebatan kita tak lagi punya arti karena cenderung lari dari mereka yang fazhzhan dan ghalizhal qalb. Tajam mulutnya dan keras hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman "Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar lagi berhati keras, tentulah mereka menjauhi diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkal-lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya" (QS. Ali 'Imron :159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita bersikap keras dan melukai perasaan, terlebih kepada orang-orang yang menasehati kita dengan tulus, maka tak ada yang perlu dipersalahkan kecuali diri sendiri apabila hilang kecemerlangan kita. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang menistakan manusia lainnya. hanya Allah yang memiliki kemuliaan, kekuatan dan kebesaran. Jika Ia mencabut kekuatan dan kemuliaan dari seseorang, maka tidak akan ada yang sanggup untuk menolaknya dan mengembalikannya meskipun penduduk seluruh negeri berkumpul untuk meraih derajatnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebaliknya, jika Allah memberikan pertolongan, maka tak ada yang sanggup mengalahkan kita. Maka gantungkanlah harapan kita sepenuhnya untuk Allah. Wallohu A'lam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-2569798924022375688?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/2569798924022375688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=2569798924022375688' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/2569798924022375688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/2569798924022375688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/sekali-lagi-tentang-sabar.html' title='Sekali Lagi tentang Sabar'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-1958665033665040872</id><published>2007-04-21T13:15:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:34:22.962+08:00</updated><title type='text'>Sapalah Da'wah...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sepuluh tahun yang lalu, masih kuingat kejadian ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tergopoh aku. Dengan nafas yang tak beraturan, jari telunjukku mengetuk kaca jendela yang berwarna gelap. Aku sangat yakin, inilah tempat yang dimaksud, tempat untuk membahas program organisasi da'wah sekolah kami.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku berdiri di depan rumah yang didepannya ada beberapa sandal dan sepeda motor berjajar. Tapi ketukan dan ucapan salam ketiga-ku tidak ada respon. "Mungkin suaraku kurang keras dan mereka tidak dengar" pikirku. Belum sempat jari telunjukku mengetuk untuk ke empat kalinya, seorang Ibu yang melintas didepan rumah itu menghampiri aku. Aku mendekatinya. Ibu itu mengaku sebagai tetangga yang curiga dengan aktivitas rumah yang kudatangi. Konon, menurutnya rumah itu memang sering dijadikan tempat berkumpulnya pemuda berjanggut dan pemudi berjilbab yang tidak pernah keluar rumah jika mengadakan kegiatan. Ibu itu menambahkan "jangan-jangan, rumah ini aliran sesat dek!".&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Aku yang saat itu masih sangat polos dan tak tahu sama sekali dengan aliran dalam Islam langsung mempercayai ucapan ibu-ibu yang menjinjing tas kecil itu. Segera ku keluar dengan diam-diam. Kembali kerumah tanpa membawa ilmu yang tadinya kuharap-harap. Padahal aku datang kerumah itu dengan niat yang -sepertinya- ikhlas, sehingga aku rela untuk berjalan 7 kilometer agar dapat menghadirinya. Tapi, sia-sialah longmarch yang kujalani, karena kini yang kubawa adalah sederet pertanyaan, apakah mereka aliran sesat, kenapa bisa?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Keesokan harinya, aku sepeti mengambil jarak dengan aktivis Islam disekolah kami. Sholat dzuhur yang biasanya kulakukan dimasjid, kini kulakukan dirumah. Sholat dhuha juga hanya sekedar keinginan, karena ketika aku sholat dhuha, pastinya akan diajak ngobrol dengan mereka, aktivis yang dikatai beraliran sesat itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menjelang ujian sekolah. Beberapa siswa yang dulu aktif dalam organisasi itu menemuiku, mengajakku untuk belajar. Aku tetap menolak, dengan alasan, aku sudah ikut bimbingan belajar. Mereka pulang dengan perasaan yang -entah- marah atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ujian digelar. Wajah mereka begitu menyejukkan. Tidak ada ketegangan atau kelesuan. Padahal, menurut beberapa teman, mereka semalam tidur di masjid sekolah yang sudah tidak diragukan lagi nyamuknya. Selama ujian-pun mereka begitu tertib, leher dan kepalanya tak pernah berubah arah kekanan atau kiri, walaupun ada kelucuan dan suara disana sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pengumuman ujian dipasang. Siswa IPA maupun IPS terlihat tegang, kecuali para aktivis masjid, yang terlihat biasa saja dan tampak tidak takut dengan keputusan terburuk. Guru kami mulai menyebutkan beberapa siswa yang tidak lulus. Ketika disebut namanya, beberapa siswa yang dinyatakan tidak lulus jatuh pingsan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"NEM tertinggi dan peraih PMDK tahun ini dipegang oleh 3 siswa dari IPA, 2 siswi IPS". Seluruh siswa memberikan tepuk tangan keras, sambil terheran, ketika nama-nama sang Juara EBTANAS dan PMDK disebut. Jelas saja semua heran, karena selama ini kami -termasuk aku- menutup diri dari mereka. Kami mengira, mereka yang dicap sebagai aktivis masjid yang beraliran sesat tidak punya obsesi sedikitpun untuk meraih gelar juara dibidang ilmu umum. Ternyata itu semua salah. Dan kesesatan mereka tidak terbukti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena kejadian itu. Aku kini bergabung dalam kereta da'wah. Begitu indahnya jika ini menjadi rutinitas kita. Walaupun da'wah tak pernah jelas stasiun pemberhentiannya, tapi semakin kesini, semakin banyaklah orang yang menaikinya. Yang naik kereta inipun bukan hanya orang yang paham agama, tapi berasal dari berbagai disiplin ilmu, eksak, sosial, seni, budaya, dan banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ya. Inilah da'wah yang sebenarnya. Yakni menyampaikan apa yang kita miliki dengan penyeimbang norma ke-Islaman. Dan da'wah tidak melulu disampaikan diatas mimbar, tapi kini bisa juga dilakukan diatas bus umum, jalan raya, bank, kantor pemerintahan, pengadilan, dan tempat lain yang tak kita sangka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Da'wah Prestasi jelas-jelas merupakan da'wah efektif yang kini banyak dicari. Untuknya diperlukan konsentrasi, kerja keras, menghargai waktu dan profesional. Jika dizaman ini kita tak mampu menyapa ajakan da'wah untuk berprestasi, maka akan tertinggallah kita dalam kereta yang panjang ini. Dan digerbong belakanglah tempat kita nantinya. Sungguh, gerbong belakang adalah gerbong yang tak aman bagi keselamatan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-1958665033665040872?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/1958665033665040872/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=1958665033665040872' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/1958665033665040872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/1958665033665040872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/sapalah-dawah-kala-ia-menghampiri-kita.html' title='Sapalah Da&apos;wah...'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-6209172143569699274</id><published>2007-04-20T13:04:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:35:03.451+08:00</updated><title type='text'>Blog Menarik, Cantik dan Unik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang perlu kamu ingat, ada 3 faktor penting yang bikin Blog-mu menarik, yaitu desain, posting dan kamu sebagai pemilik Blog. Ketiganya saling mempengaruhi satu sama lain. Makanya, untuk mencapai target itu, kamu kudu perhatikan trik-trik dibawah ini :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disiplin. Isi Blog-mu setiap hari, meski sekalimat. Lebih bagus lagi kalau judul di list dengan rapi, baru dituangkan jika sudah tanggalnya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gabung ke komunitas. Ada Blogger Family, Indonesian Muslim Blogger atau ikutan milisnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Belajar bahasa pemograman. Mulai dari yang termudah, misal HTML. Dengan memahami bahasa itu, desain Blog-mu bisa kamu rubah seseleramu. Mau nge-pink atau nge-Black!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tambahkan fasilitas interaktif. Desain cantik kurang menarik kalau tidak ada yang satu ini. Untuk meninggalkan jejak pengunjung Blog-mu, ada baiknya kamu taruh tagboard &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;atau guestbook &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Muat imej yang menarik, lebih bagus lagi kalau yang dimuat itu fotomu, keluargamu, teman-teman kampusmu dan kegiatan yang memungkinkan untuk dipajang. Hati-hati, memuat foto pribadi dapat mendatangkan jodoh. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jangan asal Copy-Paste. Keunikan Blog juga dinilai dari posting-postingnya. Kalau tulisan yang kamu muat bukan dari tulisanmu, itu nggak unik lagi. Lebih-lebih kalau tulisan yang kamu kutip itu asal Copy-Paste tanpa nyantumin penulis aslinya. Plagiat tuh!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jangan puas dengan satu Blog, bikin Blog alternatif yang fasilitasnya agak beda dengan Blog-mu yang sekarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jangan malu-malu promosikan Blog-mu saat chatt atau kirim email. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ya cuma 8 jurus itu yang bikin Blog-mu diakui legalitasnya (Halah!). Jaka tingkir bawa golok, jangan mikir sampe besok. Ayo nge-Blog!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-6209172143569699274?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/6209172143569699274/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=6209172143569699274' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/6209172143569699274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/6209172143569699274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/blog-menarik-cantik-dan-unik.html' title='Blog Menarik, Cantik dan Unik'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-2224129806883960413</id><published>2007-04-19T12:52:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:35:32.772+08:00</updated><title type='text'>Blog Tau Yang Kamu Mau*</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nge-net cuma chatting? Kejam (ketinggalan jaman) banget tuh. Apalagi nge-browse situs-situs menjijikan yang buang waktu. Meski chatting nggak salah-salah amat, tapi akan lebih hebat kalau kamu punya sesuatu yang ‘bergengsi’ didepan banyak orang. Ngeblog. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Blog adalah sejenis website pribadi, bahkan ada yang menyebut sebagai ‘diary online’ karena isinya tak jauh-jauh dari hal yang berhubungan dengan pemiliknya. Di Blog-mu, kamu bebas melakukan apa saja. Sedih, kesal, senang, bahagia, jatuh cinta, putus cinta, ditinggal pergi, meninggalkan pergi, semuanya bisa kamu bagi dan bisa kamu ekspresikan di Blog-mu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika kamu berekspresi, kamu bisa jadi siapa saja di Blog-mu. Kamu bisa berimajinasi liar dan memilih karakter yang benar-benar beda banget dengan karakter keseharianmu. Sebaliknya ketika kamu berbagi, kamu bisa ungkapkan isi kepala dan hati kamu dengan jujur sejujur-jujurnya pada orang lain dan yang terpenting pada diri kamu sendiri. Apapun yang kamu tulis, ekspresikan dan bagi, dalam hitungan detik sudah bisa berada di luar sana, dan dibaca oleh jutaan netters.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Satu Untuk Semua&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kesederhanaan konsep sebuah Blog membuat siapa saja cocok untuk memilikinya. Blog bisa dijadikan situs yang membahas tentang hal-hal yang kamu sukai saja. Jika kamu fanatik sepak bola, maka Blog-mu bisa kamu dedikasikan untuk membahas sepak bola. Isinya bisa tentang jadwal pertandingan, berita sepak bola, artikel atau link ke situs-situs sepak bola.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di Blog, seorang programmer bisa menyimpan catatan-catatan dan link ke situs-situs tentang programming. Begitupun jurnalis bisa menjadikan Blog sebagai tempat menyimpan catatan reportase sekaligus sebagai editornya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Desainer juga bisa manfaatkan Blog untuk menyimpan hasil-hasil desain sebagai portfolio. Pengangguran bisa saja menyimpan resumenya dalam Blog, mungkin satu saat ditemukan oleh orang yang berminat memberinya pekerjaan. Sampai-sampai, nyokap kita pun bisa memamerkan menu-menu hidangan istimewa dalam sebuah Blog&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Makanya, Blog cocok untuk wanita, laki-laki, cowok, cewek, anak SMA, mahasiswa, tua, muda, bapak rumah tangga dan ibunya. Blog cocok untuk siapa saja, karena kamu yang akan mengendalikan Blog kamu dan menjadikannya apa yang kamu mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Blog Murah, Blog Mudah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kalau kamu sudah connect ke Internet, maka harga untuk memiliki sebuah Blog adalah gratis. Kamu bisa memiliki satu, dua, tiga atau sepuluh Blog dan semuanya bisa kamu miliki tanpa biaya, kecuali biaya warnet (kalo itu bukan warnet om kamu). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bikin Blog juga mudah, semudah membuat email gratisan.. Yang perlu kamu lakukan adalah menggali informasi dan memilih desain yang kamu mau. Kebutuhkan dasar lain yang diperlukan hanya sedikit bahasa inggris. Kemauan untuk mengikuti petunjuk dan bertanya serta niat besar untuk memiliki Blog. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dengan modal ini, dijamin, dalam waktu singkat kamu sudah akan memiliki Blog-mu sendiri, karena membuat Blog itu sangatlah mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;Belajar Jadi Pemikir Besar&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Selain dapat menyehatkan jiwa –karena fungsinya mirip diary, Blog juga dapat menyeimbangkan potensi otak kanan dan kiri. Sifat alami dari Blog membuat kamu merasa perlu untuk mengisinya dengan posting terbaru, sehingga Blog tepat dijadikan selingan waktu luang yang tidak merepotkan, katakanlah proyek jangka pendek pribadimu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Punya Blog membuat kamu memiliki sesuatu untuk "diurus" dan dipelihara. Sesuatu yang kamu jaga dan kamu lihat tumbuh. Saat kamu memilki Blog maka kamu akan sering menemukan diri kamu berpikir sistematis : Apa yang mau kutulis di Blog hari ini? Apa yang bisa kutambahkan? Mungkin halamannya perlu desain baru atau mungkin ada visitor Blog-mu yang memberikan komentar pada posting terakhir. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nggak ada syarat bahwa seorang Blogger haruslah seorang pemikir besar, tapi dengan banyak latihan dan membiasakan diri berpikir dan mengkomunikasikannya, bukanlah tidak mungkin tidak lama lagi kita akan melihat banyak penulis ternama dan pemikir genius yang lahir dari kebiasaannya menulis Blog.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kamu memberi Blog-mu makan dengan tulisan-tulisan-mu, dan biasanya tanpa terasa tiba-tiba kamu sudah merayakan 1 tahun kamu memiliki Blog. Jika saat ini Tukul Arwana “coverboy majalah rusak” itu baru bisa berkata “Kembali ke.. Laptop”, maka keesokannya dia akan berkata dengan bangga “Kembali ke.. Ngeblog”. Saking mudahnya dan blog tau yang kamu mau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;*) Dimuat di SINDO, hari ini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-2224129806883960413?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/2224129806883960413/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=2224129806883960413' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/2224129806883960413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/2224129806883960413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/blog-tau-yang-kamu-mau.html' title='Blog Tau Yang Kamu Mau*'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-3896585694471603779</id><published>2007-04-18T14:06:00.000+08:00</published><updated>2007-04-25T14:36:30.848+08:00</updated><title type='text'>Islam Bicara Plural</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bukan tidak mungkin kehadiran KOS merupakan desakan&lt;br /&gt;“oknum” kaum bawah untuk terbentuknya pluralisme.&lt;br /&gt;Namun rupanya terjadi distorsi definisi tentang&lt;br /&gt;pluralisme itu sendiri. Nah, untuk melihat kasus&lt;br /&gt;seperti diatas, mari kita lihat terlebih dahulu arti&lt;br /&gt;pluralisme jika di-include-kan dengan nilai agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk cari tau bagaimana Islam menyikapi pluralisme,&lt;br /&gt;tentu kita harus tanya-tanya pada orang yang paling&lt;br /&gt;tahu tentang ajaran ini. Tapi tentu agak obyektif&lt;br /&gt;jawaban orang yang kita tanya dan nantinya cenderung&lt;br /&gt;membela diri sebagai kesefahamannya dengan yang&lt;br /&gt;disinggung. Jadi kita mencarinya di catatan yang di&lt;br /&gt;wariskan Rasulullah saw, yaitu Al-Qur'an. Kitab yang&lt;br /&gt;dianggap suci dan dipercaya akan terjamin kemurniannya&lt;br /&gt;sampai akhir jaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buka dibuka, ternyata Qur'an mengajarkan, bahwa&lt;br /&gt;manusia memang diciptakan berbeda-beda. Beda jenis&lt;br /&gt;kelamin hingga suku bangsa tidaklah untuk saling&lt;br /&gt;libas, tapi untuk saling mengenal. Dan nilai seseorang&lt;br /&gt;dihadapan Allah bukanlah ditentukan oleh jenis kelamin&lt;br /&gt;atau suku bangsanya, melainkan ketaqwaannya.&lt;br /&gt;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari&lt;br /&gt;seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan&lt;br /&gt;kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu&lt;br /&gt;saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling&lt;br /&gt;mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang&lt;br /&gt;paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha&lt;br /&gt;Mengetahui lagi Maha Mengenal.(QS 49:13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan latar belakang tentu akan membuat manusia&lt;br /&gt;bertindak dengan berbeda-beda pula, masing-masing akan&lt;br /&gt;berpikir dan berbuat menurut keadaannya masing-masing.&lt;br /&gt;Dan masing-masing akan merasa bahwa apa yang&lt;br /&gt;dipilihnya adalah benar. Tidak perlu kita  meributkan&lt;br /&gt;siapa yang paling benar, karena sesungguhnya kebenaran&lt;br /&gt;sejati itu hanya Allah sajalah yang mengetahui.&lt;br /&gt;Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut&lt;br /&gt;keadaannya masing-masing." Maka Tuhanmu lebih&lt;br /&gt;mengetahui siapa yang lebih benar jalannya(QS 17:84)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian usaha yang dilakukan manusiapun sudah pasti&lt;br /&gt;akan berbeda-beda. Semua sesuai dengan keyakinannya&lt;br /&gt;masing-masing. Dalam hal ini termasuk usaha untuk&lt;br /&gt;mendekatkan dirinya dengan Allah. Dan Allah tidak&lt;br /&gt;bermasalah dengan ini. Sesungguhnya usaha kamu memang&lt;br /&gt;berbeda-beda. (QS 92:4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hanya manusia yang punya cara berbeda-beda dalam&lt;br /&gt;menyembah tuhannya, karena semua mahluk di semesta ini&lt;br /&gt;sebenarnya juga sedang bertasbih dengan caranya&lt;br /&gt;sendiri-sendiri. Tidak sama. Dan itu adalah hubungan&lt;br /&gt;pribadi antara mahluk dengan Allah.&lt;br /&gt;Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya&lt;br /&gt;bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga)&lt;br /&gt;burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing&lt;br /&gt;telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya, dan&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.(QS&lt;br /&gt;24:41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita tentu dapat mengambil kesimpulan dari&lt;br /&gt;argumen diatas. Ya, ikuti saja syariat&lt;br /&gt;(aturan)masing-masing. Jangan pula ikuti nafsu&lt;br /&gt;orang-orang yang tidak mengerti, apalagi sok tahu,&lt;br /&gt;sekalipun orang itu menjabat sebagai kepala/pemuka&lt;br /&gt;agama. Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu&lt;br /&gt;syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka&lt;br /&gt;ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa&lt;br /&gt;nafsu orang-orang yang tidak mengetahui. (QS 45:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga tak perlu lelah memikirkan dan mengatur&lt;br /&gt;orang atau mahluk lain supaya menyembah Allah dengan&lt;br /&gt;cara yang sama seperti kita. Yang Maha Penyantun tidak&lt;br /&gt;pernah ribut dan memaksakan cara tertentu. Langit yang&lt;br /&gt;berlapis tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya&lt;br /&gt;bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan&lt;br /&gt;bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian&lt;br /&gt;tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah&lt;br /&gt;Maha Penyantun lagi Maha Pengampun (QS 17:44)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pula diperbolehkan memaksa dan tidak baik juga&lt;br /&gt;melakukan dakwah yang intimidatif, sehingga mendapat&lt;br /&gt;perhatian umat, karena Qur'an pun tidak memaksa orang&lt;br /&gt;masuk Islam. Yang penting adalah beriman kepada Allah.&lt;br /&gt;Logikanya, Allah disembah dengan cara apapun juga&lt;br /&gt;tetap saja Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.&lt;br /&gt;“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam);&lt;br /&gt;sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada&lt;br /&gt;jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar&lt;br /&gt;kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka&lt;br /&gt;sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang&lt;br /&gt;amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha&lt;br /&gt;Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. 2:256)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran KOS tentunya akan menimbulkan banyak&lt;br /&gt;pertanyaan dari kaum awam, kaum yang paling cepat&lt;br /&gt;dalam mengambil keputusan termasuk keputusan mengikuti&lt;br /&gt;suatu agama atau kepercayaan. Mereka akan dengan&lt;br /&gt;begitu cepat percaya karena dijejali argumen dan&lt;br /&gt;dalil. Beda lagi dengan kaum intelektual mulai dari&lt;br /&gt;mahasiswa hingga tokoh tingkat nasional yang berakal&lt;br /&gt;sehat, tentu akan banyak berfikir untuk ikut dalam&lt;br /&gt;barisan KOS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerancuan dalam satu agama akhirnya akan menimbulkan&lt;br /&gt;satu bumerang bagi agama itu sendiri sehingga&lt;br /&gt;pengikutnya berkurang karena tidak simpatik dengan&lt;br /&gt;“perpecahan” yang terjadi dalam agama yang dianutnya.&lt;br /&gt;Dari sinilah, dapat dimungkinkan juga terjadi&lt;br /&gt;kesenjangan sosial yang cukup mengecam perpecahan&lt;br /&gt;suatu daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kita yang tidak sependapat dengan KOS atau&lt;br /&gt;“keanehan” ajaran suatu agama juga tidak dibenarkan&lt;br /&gt;untuk berlaku kasar, penuh kekerasan dan sok kuat,&lt;br /&gt;seperti yang dilakukan FPI yang membuat Jama'ah&lt;br /&gt;Ahmadiyah Indonesia diam seribu bahasa ketika diserbu&lt;br /&gt;beberapa bulan lalu. Karena orang-orang yang melihat&lt;br /&gt;bukan lagi simpatik, malah balik memusuhi. Wibawa&lt;br /&gt;Islam tak terelakkan lagi jadi tercoreng, bukannya&lt;br /&gt;dikenal sebagai rahmat bagi semesta alam, malah jadi&lt;br /&gt;dikenal sebagai ajaran terror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah untuk mencapai win-win sollution&lt;br /&gt;adalahjalan terbaik. Dengan begitu, keputusan yang&lt;br /&gt;didapat adalah keputusan yang melegakan, melezatkan,&lt;br /&gt;dan mengenakkan. Tentu tidak ada lagi sekat ketika&lt;br /&gt;keputusan itu lahir, karena sudah jelas apa yang&lt;br /&gt;diinginkan kedua pihak yang satu agama tapi beda cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemaksaan kehendak -seperti biasanya- hanya akan&lt;br /&gt;menambah musuh. Karena sebenar apapun kita, tetap&lt;br /&gt;tidak akan berhasil membuat orang lain menerima&lt;br /&gt;petunjuk bila memang "belum jatahnya". Allah lah yang&lt;br /&gt;Maha Tahu soal ini. Sesungguhnya kamu tidak akan dapat&lt;br /&gt;memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi&lt;br /&gt;Allah memberi petunjuk kepada orang yang&lt;br /&gt;dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui&lt;br /&gt;orang-orang yang mau menerima petunjuk (QS 28:56)Yang&lt;br /&gt;paling penting kita sudah memberikan peringatan. Peran&lt;br /&gt;kita hanya cukup sampai disitu, dan hanya diberi hak&lt;br /&gt;sampai itu. Maka berilah peringatan, karena&lt;br /&gt;sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi&lt;br /&gt;peringatan. (QS 88:21)&lt;br /&gt;Kita tidak berhak untuk seakan diktator dan memaksakan&lt;br /&gt;kehendak atas orang lain. Kamu bukanlah orang yang&lt;br /&gt;berkuasa atas mereka (QS 88:22). Ingat bahwa perbedaan&lt;br /&gt;itu memang ada, udah dari sononya, udah sunatullah.&lt;br /&gt;Perbedaan ada untuk diapresiasi. Sesungguhnya kamu&lt;br /&gt;benar-benar dalam keadaan berbeda pendapat (QS 51:8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah&lt;br /&gt;kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah&lt;br /&gt;kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi&lt;br /&gt;dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana&lt;br /&gt;Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu&lt;br /&gt;berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah&lt;br /&gt;tidak menyukai&lt;br /&gt;orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS 28:77)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi daripada sibuk saling memaksakan pendapat, saling&lt;br /&gt;ngecap sesat dan menyesatkan, mendingan kita berbuat&lt;br /&gt;baik, sambil berdoa yang khusuk, hidup pasti akan jadi&lt;br /&gt;lebih nikmat. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di&lt;br /&gt;muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan&lt;br /&gt;berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan&lt;br /&gt;diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya&lt;br /&gt;rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang&lt;br /&gt;berbuat baik (QS 7:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sekian ayat diatas, kita tahu bahwasanya Islam&lt;br /&gt;tidak punya masalah dengan "perbedaan". Tidak&lt;br /&gt;ada/belum nemu tuh anjuran untuk menyeragamkan semua&lt;br /&gt;dibawah satu aturan atau satu pengertian. Malah ada&lt;br /&gt;kecenderungan, untuk menghargai kepercayaan maupun&lt;br /&gt;cara-cara lain dalam menyembah Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya memang perlu ada demokrasi dalam Islam.&lt;br /&gt;Demokrasi dimana rakyat punya hak akses, keberanian&lt;br /&gt;dan kemauan untuk membaca dan memahami al-Qur'an&lt;br /&gt;secara mandiri, tidak hanya mengandalkan pengertian&lt;br /&gt;orang-orang jahat yang menggunakan agama demi&lt;br /&gt;kekuasaan yang pada ujungnya memecah belah Nusantara&lt;br /&gt;demi  kepentingannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-3896585694471603779?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/3896585694471603779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=3896585694471603779' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/3896585694471603779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/3896585694471603779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/islam-bicara-plural.html' title='Islam Bicara Plural'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-3754006293268408718</id><published>2007-04-17T12:06:00.000+08:00</published><updated>2007-04-22T12:08:49.821+08:00</updated><title type='text'>Maulid atau Black Campaign?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kamis (12/04/07) malam, saya mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mushalla al-Atqiya, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jaktim, bersama ratusan jamaah dari 8 mushalla.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Semua kemudian tertarik mendengar ceramah yang diberikan oleh 2 muballigh lokal nan tenar. Namun, ceramah yang beliau-beliau lantangkan tidak tepat dinamakan sebagai mau'izhah hasanah (nasihat kebaikan) atau taushiyah (wasiat), namun lebh cocok disebut black campaign. Berikut alasannya ;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. KH. Munawwir Aselih, memaparkan tentang sirah (sejarah) rasulullah SAW, dengan bahasa lokal (betawi). Kebanyakan jamaah memang berpendidikan menengah kebawah, sehingga (bukan bermaksud menyombongkan diri) belum tingginya kesadaran mereka untuk banyak membaca buku dibandingkan Jiping (ngaji nguping-hanya sebagai pendengar). Kekesalan saya menjadi-jadi ketika KH. Munawwir Aselih bercerita perihal tata cara shalat."..Rasulullah bertanya kepada arab badui, kepada orang pertama beliau berkata 'kenapa kamu shalatnya begitu' (tangan ustadz itu menyedekapkan tangannya didada-mengkritik orang yang sedekap shalatnya diatas dada), rang pertama menjawab 'ya Rasul, saya sedang ampeg (asma)'..."Kemudian KH Munawwir menambahkan bumbunya dalam ceramah "..Bapak-bapak kalau lihat orang yang shalatnya begitu (bersedekap didada), itu tandanya dia lagi ampeg!.." dan semua pun tertawa. Begitupun seterusnya beliau membahas orang badui kedua dan ketiga yang cara shalatnya beda. Hal ini untuk kemudian menjatuhkan hal-hal furu' (cabang) yang seringkali menganggap bahwa maulid adalah bid'ah (sesat)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. KH. Mujib Chudori, dengan retorika yang menarik membahas kemunduran bangsa ini persfektif islam. Bagus memang. Tapi, kemudian saya ingin 'muntah' kedua kali ketika ustadz yang ke2 ini dengan mantap menyalahkan PKS sebagai partai anti maulid dan beralran wahabi."Di bekasi ada radio dakta yang dikelola oleh orang-orang wahabi, makanya wajar kalau di bekasi PKS menang pilkada. Jangan sampai jakarta kecolongan, pada saat pilkada nanti jangan piih calon yang benci maulid, bisa-bisa dilarang nanti kita begini, makanya kita pilih Fauzi Bowo.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu hanya 2 contoh muballigh yang saya "sidak" langsung setelah mendengar banyak komentar tentang kesamaan tema yg diangkat beberapa muballigh "pilihan". Ke-2 muballigh itu, tak bisa disebut ulama, karena telah menghasut ummat untuk membenci satu kelompok. Apalagi dengan dalih perbedaan furu’iyah (yang tidak mendasar), membela mati-matian satu kekuatan politik tertentu dengan merendahkan kelompok lain. Sungguh, anda berdua telah melenceng dari kaidah berda'wah, yang menomersekiankan ukhuwah, bukanpula 'amar ma'ruf nahyi munkar' tapi 'amar munkar nahyi ma'ruf'. Walahu a'lam bishawwab, alhaqqu mirrabbik..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-3754006293268408718?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/3754006293268408718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=3754006293268408718' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/3754006293268408718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/3754006293268408718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/maulid-atau-black-campaign.html' title='Maulid atau Black Campaign?'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2052290822354220282.post-2969483114930702443</id><published>2007-04-16T12:36:00.000+08:00</published><updated>2007-04-21T12:38:13.559+08:00</updated><title type='text'>Selamat Ulang Tahun Untukku</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Selamat Ulang tahun&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Untukku&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang ke-27&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Moga makin tau&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yang banyak orang mau&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;(ga da yang ngucapin, ya ngucapin sendiri :))&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2052290822354220282-2969483114930702443?l=nurani-di.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://nurani-di.blogspot.com/feeds/2969483114930702443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2052290822354220282&amp;postID=2969483114930702443' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/2969483114930702443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2052290822354220282/posts/default/2969483114930702443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://nurani-di.blogspot.com/2007/04/selamat-ulang-tahun-untukku.html' title='Selamat Ulang Tahun Untukku'/><author><name>Saya</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02087933113012367616</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
